NASIHAT SEORANG SUAMI KEPADA ISTRINYA

menyadur
tulisan oleh : https://www.facebook.com/fahdpahdepie

Istriku,

Tentang masa lalu, kita membutuhkan perasaan yang lapang untuk ikhlas dan bersyukur. Tentang masa depan, kita membutuhkan pikiran yang jernih untuk terus optimistis dan berprasangka baik. Tentang masa kini, kita membutuhkan jiwa yang kuat untuk bekerja keras dan tawakal. Sisanya, sediakanlah ruang dalam diri kita untuk memahami bahwa takdir adalah akibat; Maka mari kita ciptakan sebab-sebab yang baik untuk akibat-akibat lain yang lebih baik. Tuhan dan semesta tak pernah berhenti bekerja, kan?

Istriku,

Bahagia itu sederhana. Sesederhana rasa bangga bahwa kitalah yang menentukan kebahagiaan kita sendiri. Tentang yang satu ini, jangan mau didikte orang lain, sebab kitalah tuan bagi diri kita sendiri. Apa yang menurut orang lain lucu, belum tentu bisa membuat kita tertawa. Apa yang menurut orang mewah dan berkilauan, belum tentu akan membuat kita takjub dan silau. Bila menurut orang lain hidup kita tertekan dan menyedihkan, kita tak perlu serta merta menangisinya, kan? Tenang saja. Nasib kita tidak ditentukan apa kata orang. Maka jangan melulu ikut kerumunan. Kebenaran lebih sering berada di luar kerumunan dan pendapat banyak orang.

Istriku,

Dalam hidup, kita akan menemukan orang-orang yang menyukai dan membenci kita, juga mereka yang berada di tengah-tengahnya. Biasa-biasa aja. Jangan menyukai secara berlebihan, jangan juga membenci secara berlebihan, tapi jangan juga bermuka-dua. Cintailah sesuatu secara tulus, bencilah sesuatu atas nama keberpihakan kita pada kebenaran. Mereka yang bermuka-dua adalah orang-orang yang mencari perhatian! Padahal cinta lebih sering tak berada di pusat perhatian, kan?

Istriku,

Maafkan aku. Maafkan karena aku pura-pura menasihatimu agar aku bisa leluasa menasihati diriku sendiri. Tamparlah aku jika suatu hari aku menjadi orang bodoh yang mengkhianati kata-katanya sendiri. Dan aku akan selalu berusaha mendekapmu saat kamu merasa bersalah…

Melbourne, 12 April 2015

FAHD PAHDEPIE