Kisah seorang imam masjid di London

2014-04-16 08.30.21

 

Masih dengan majalah nh edisi januari.  Ini ada kisah yang menarik dan pantas untuk di share … yuk cekidot

Seorang imam masjid di London, setiap hari pergi pulang dari rumahnya ke masjid dengan mengendarai bus umum.  Ongkos bus tersebut dibayarkan langsung ke sopir karena bus tidak memiliki kondektur. Setelah bayar, baru kemudian cari tempat duduk kosong.

Sang imam pun membayar ongkos pada sopir, lalu menerima kembalian, sebab hari itu ia tidak punya uang pas.

Di tempat duduknya dia menghitung uang kembalian dari sopir yang ternyata lebih 20 sen.  Sejenak ia pun terpikir, “Uang ini dikembalikan atau tidak yah? Ah cuma 20 sen ini… ah dia (sopir) orang kafir ini… mmm, atau aku masukin saja ke kotak amal di masjid?”

Setelah sampai di tempat tujuan, ia pun hendak turun, dengan berjalan melewati sopir bus tersebut. Dalam hatinya masih bergejolak atas uang 20 sen itu, antara dikembalikan atau tidak. Namun ketika sampai di dekat sopir, spontan ia pun mengulurkan 20 sen sambil berkata: “Maaf, uang kembaliannya tadi berlebih 20 sen.”

Tanpa disangka, sopir itu mengacungkan jempol seraya berkata :
“Anda berhasil ! ”
“Apa maksud anda? ” tanya imam masjid.
“Bukankah anda imam masjid yang di sana tadi?” Tanya sopir.
“Betul” jawabnya.

Lantas sopir itu berkata …
“Sebenarnya sejak beberapa hari ini saya ingin datang ke masjid anda untuk belajar dan memeluk islam, tapi timbul keinginan di hati saya untuk menguji Anda sebagai imam masjid, apa benar islam itu seperti yang saya dengar: jujur, amanah, dan sebagainya.  Saya sengaja memberikan kembalian berlebih dan Anda berhasil.  Saya akan masuk islam,” kata sopir tersebut.

Alangkah tercengangnya sang imam masjid.  Sambil beristighfar berkali-kali menyesali apa yang ia pikirkan tadi. Hampir saja ia kehilangan kepercayaan hanya dengan uang 20 sen itu.

Hikmah yang dapat kita ambil adalah selalu amanah kepada siapa pun orang nya …