Sebuah coretan untuk seorang guru

Karya Tulisan yang bagus (menurut saya)🙂

tulisan berikut adalah salinan dari group MGMP MM dan TKJ di Facebook :

 

Aku adalah seorang guru

 

Aku lahir pada momen pertama terlontarnya sebuah pertanyaan dari mulut seorang anak.

Aku menjadi banyak orang di banyak tempat.

 

Aku adalah Socrates yang merangsang para pemuda Athena untuk menemukan ide-ide baru melalui pertanyaan.

Aku adalah Anne Sulalivan yang menyampaikan rahasia alam ke tangan Hellen Keller yang terulur.

Aku adalah Aesop dan Hans Christian Andersen yang mengungkapkan kebenaran lewat dongeng yang tak terhitung jumlahnya.

Aku adalah Marva Collins yang berjuang demi hak setiap anak atas pendidikan.

Aku adalah Mary McCloud Bethune yang membangun sebuah sekolah tinggi yang hebat untuk khalayakku, menggunakan peti kayu berwarna hijau untuk meja tulis.

Dan aku adalah Bel Kaufman yang berjuang untuk menggelar Up The Down Staircase.

 

Nama-nama orang yang menjalankan profesiku bergema laksana ruang kemasyhuran bagi kemanusiaan .. Booker T. Washington, Buddha, Konfusius, Ralph Waldo Emerson, Leo Buscaglia, dan lain-lainl.

 

Aku adalah orang-orang yang nama dan wajahnya sudah lama terlupakan namun yang ajaran-ajaran serta karakternya akan senantiasa diingat dalam pencapaian-pencapaian yang diraih para muridnya.

 

Aku menangis kegirangan pada pernikahan bekas-bekas muridku, tertawa gembira pada kelahiran anak-anak mereka dan berdiri dengan kepala tunduk dalam kedukaan dan kekecewaan pada kuburan-kuburan yang digali terlampau cepat untuk tubuh-tubuh yang kelewat muda.

 

Sepanjang hari aku telah diminta menjadi actor, teman, perawat dan dokter, pelatih, penemu makalah-makalah yang hilang, pemberi pinjaman uang, sopir taksi, psikolog, orang tua angkat, penjual, politisi dan penjaga rahasia.

 

Selain peta-peta, grafik-grafik, rumus-rumus, kata kerja-kata kerja, cerita-cerita dan buku-buku, aku benar-benar tidak memiliki apapun yang dapat kuajarkan, karena sebetulnya yang harus dilakukan murid-muridku, tak lain dan tak bukan, adalah mempelajari diri mereka sendiri, dan aku tahu bahwa aku perlu waktu sampai hari kiamat untuk memberitahu kamu tentang siapa kamu.

 

Aku adalah orang yang melawan asas. Aku bicara paling keras ketika mendengar paling banyak. Hadiah-hadiah paling berharga bagiku adalah apa yang paling kuinginkan dari murid-muridku.

Harta benda bukanlah salah satu tujuanku, namun aku adalah pencari kekayaan purnawaktu dalam pencarianku demi peluang-peluang baru bagi murid-muridku untuk menggunakan bakat mereka dan dalam penjelajahanku yang tanpa henti demi bakat-bakat itu yang terkadang terpendam dalam perusakan diri sendiri.

 

Aku adalah orang yang paling beruntung dari semua pekerja. Seorang dokter diijinkan untuk mengantarkan kehidupan ke dunia ini dalam suatu momen ajaib. Aku diperbolehkan untuk menyaksikan kehidupan itu dilahirkan kembali setiap hari dengan pertanyaan – pertanyaan baru, ide-ide baru dan persahabatan-persahabatan baru. Seorang arsitek tahu bahwa jika ia membangun dengan seksama, bangunannya akan dapat bertahan berabad-abad. Seorang guru tahu bahwa bila ia membangun dengan cinta dan kebenaran, apa yang ia bangun akan abadi selamanya.

 

Aku adalah pejuang, setiap hari bertempur melawan tekanan kolega, sikap negative, ketakutan, kesesuaian dengan instruksi, kebodohan dan apati. Namun aku mempunyai sekutu-sekutu yang hebat: kecerdasan, rasa ingin tahu, dukungan orang tua, individualitas, kreatifitas, keyakinan, cinta dan gelak tawa, yang semuanya berbondong-bondong bergerak di bawah panji-panjiku dengan dukungan gencar.

 

Dan siapa yang harus kuberi ucapan terima kasih untuk kehidupan luar biasa yang kualami, tak lain dan tak bukan adalah anda semua masyarakat umum, para orang tua. Bagi anda semua yang menyandangkan kehormatan besar dengan mempercayakan kepadaku sumbangan terbesar anda pada keabadian, anak-anak anda.

 

Dan demikianlah aku memiliki masa lalu yang penuh warna dalam kenangan. Aku memiliki masa kini yang menantang, penuh petualangan dan menggembirakan karena aku diberi peluang untuk menghabiskan hari-hariku dengan masa depan.

 

Aku seorang guru….. dan setiap hari aku bersyukur kepada Tuhan untuk karunia itu.

 

(John W. Schlatter)

Terima kasih buat para guru yang dengan tulus mengabdikan dirinya bagi dunia pendidikan ini …

 

Harapan : Semoga saya mampu menjadi guru yang baik. Amin.